
Ida Fitri
Indonesia
Ida Fitri lahir di Bireuen, Aceh, dan kini menetap di Aceh Timur. Di sela kesibukannya bekerja di sektor kesehatan masyarakat, ia menulis fiksi. Cerita pendeknya telah terbit di berbagai media nasional. Lanskap emosi perempuan, ingatan, dan kehidupan pedesaan Aceh menjadi tema yang kerap ia jelajahi. Ia telah menerbitkan empat buku: Air Mata Shakespeare (2016), Cemong (2017), kumpulan cerpen Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa (2023), dan novel Paya Nie (2024). Paya Nie meraih juara III dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023, masuk nominasi Buku Sastra Pilihan Tempo 2024, dan nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa 2025. Buku Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa juga dinominasikan untuk Penghargaan Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2024).





